Apakah Katolik bukan Kristen ?

AMBIGUITAS

Tuhan sertamu !

Banyak orang berpendapat “Katolik bukan Kristen dan Kristen bukan Katolik” dikarenakan dalam sistem identitas kenegaraan di Indonesia lembaga Kristen Katolik dipisahkan dari lembaga Kristen Protestan dan juga Kristen Orthodox. Diantara kita pasti banyak berpikir “apa sebenarnya Katolik itu ? apa Protestan itu ? apa Orthodox itu ? mengapa mereka berbeda ?”. Dari mempelajari sejarah Gereja Kristen mulai abad 1-8(baca artikel ini) telah memberikan titik pijak bagi kita untuk mempelajari perbedaan-perbedaan Gereja, yang mana ada Konsili(Muktamar). Dalam Konsili itu ada suatu putusan, putusan ini ada yang berisi juga tentang ajaran sesat, ajaran sesat yang diputuskan dalam Konsili di-anathema(ekskomunikasi: dikeluarkan dari komunitas) dan tidak boleh menerima Perjamuan Kudus/Ekaristi(sebuah ritual keagamaan yang sangat penting dalam agama Kristen). Oke langsung saja kita pelajari mulainya perpecahan yang cukup besar dalam sejarah Kekristenan:

GEREJA ASIRIA TIMUR

Latar belakang terbentuknya ajaran dalam Gereja Asiria Timuar dimulai dari Konsili Efesus(suatu daerah yang sekarang Turki) tahun 431. Dalam Konsili ini Nestorius seorang Patriarkh(Ulama tertinggi dalam suatu Negara) Konstantinopel mengajarkan bahwa Bunda Maria tidak melahirkan Firman Ilahi, dia mengajarkan bahwa Bunda Maria hanya melahirkan kodrat kemanusiaan Kristus yang lalu ‘berkembang’ menjadi Ilahi saat pembaptisan Kristus. Dalam Kitab Suci Kristen dijelaskan bahwa Bunda Maria selain melahirkan kodrat kemanusiaan Kristus juga melahirkan kodrat keilahian Kristus(Bdk. Yesaya 9:6 ; Matius 1:23 ; Lukas 1:35). Patriarkh Nestorius dianathema oleh Gereja arus utama dan diturunkan dari jabatannya, lalu para pengikutnya melarikan diri dadi Kekaisaran Konstantinopel ke Asiria, di Asiria pengikut Nestorius mempengaruhi ajaran Gereja Asiria Timur.

GEREJA ORTHODOX ORIENTAL

Perlu diingat bahwa Gereja Orthodox Oriental(Oriental Orthodox Church) dan Gereja Orthodox Timur(Eastern Orthodox Church) itu BERBEDA. Mendiang Bob Marley itu umat Kristen Orthodox Oriental yang berbudaya Ethiopia, sedangkan Presiden Rusia Vladimir Putin itu umat Kristen Orthodox Timur yang berbudaya Rusia. Gereja Orthodox Oriental terpisah dari Gereja arus utama bermula pada Konsili Khalsedon tahun 451 karena perbedaan pendapat tentang pemaknaan Pribadi Kristus, yang mana Orthodox Oriental menggunakan cara mengajar “Miafisit” dalam menjelaskan Pribadi Kristus.
Gereja Orthodox Oriental tidak seperti Gereja Katolik Roma yang mempunyaj satu pemimpin tunggal mutlak, mereka memiliki pemimpin-pemimpin tertinggal di masing-masing Yuridiksi(Wilayah Kegerejaan yang cukup besar dan mempengaruhi budaya) yang disebut Paus dan Patriarkh, adapun sebutan Paus hanya dalam Gereja Orthodox Koptik yang BERBEDA DARI Paus dalam Gereja Katolik Roma. Adapun Gereja-Gereja yang masuk ke dalam komunitas Gereja Orthodox Oriental adalah: Gereja Apostolik Armenia, Gereja Orthodox Koptik, Gereja Orthodox Ethiopia, Gereja Orthodox Eritrea, Gereja Orthodox Malankara, dan Gereja Orthodox Suriah.

SKISMA AKBAR TAHUN 1054

Skisma Akbar(perpecahan besar) tahun 1054 adalah peristiwa besar dalam komunitas Kristen yang mana Gereja Timur(Yang berpusat di Konstantinopel, Alexandria, Antiokhia dan Yerusalem) dengan Gereja Barat(Yang berpusat di Roma) SALING MEMISAHKAN diri karena perbedaan tata cara peribadatan, cara mengajar iman, politik kenegaraan(Bizantium kontra Kekaisaran Romawi Suci), dll.
Awalnya pusat Kekristenan adalah di Yerusalem, namun karena beberapa konflik yang terjadi di Yerusalem akhirnya dipindahkanlah ke Antiokhia, oleh sebab ini bila kita membaca Kitab Kisah Para Rasul pasti semua Rasul yang mengInjil akan kembali ke Antiokhia lalu setelah itu baru mengInjil kebelahan dunia lain, di Antiokhia juga para pengikut Kristus pertama Kali disebut Kristen(bdk. Kisah Para Rasul 11:26) yang akhirnya nama Kristen ini menjadi nama ofisial bagi para pengikut Kristus. Setelah ini pusat dunia Kekristenan mengenal sistem Triarkhi(tiga pusat pemerintahan) yang mana Roma, Alexandria(Mesir) dan Antiokhia sebagai kota-kota pusat Kekristenan. Ibarat kata seperti sekarang ini kantor pusat Mentri Agama Indonesia berada di Jakarta karena Jakarta adalah pusat pemerintahan. Roma menjadi pusat teruatama karena Roma adalah ibu kota Kekaisaran pada waktu itu, Alexandria menjadi pusat kedua karena sebagai kota besar yang menyimpan banyak manuskrip-manuskrip Kristen di perpustakaan besarnya, Antiokhia menjadi pusat ketiga karena dulunya adalah pusat Kekristenan kuno. Baru pada Konsili Khalsedon tahun 451, dunia Kekristenan mengenal sistem Pentarkhi(5 pusat pemerintahan) dengan ditambahkan Konstantinopel dan Yerusalem. Kenapa Konstantinopel ditambah ? Konstantinopel ditambah dan ditaruh di posisi kedua Pentarkhi sebab Ibu kota Kekaisaran pada waktu itu dipindahkan oleh Konstantinus Agung dari Roma ke Konstantinopel, maka dibuatlah juga pusat Kekristenan di Konstantinopel, yang di Roma tetap dibiarkan dalam posisi pertama. Sedangkan Yerusalem ditambahkan di posisi kelima karena pada waktu itu kota suci Yerusalem menjadi milik Kristen, Ibu Suri Helana membangun banyak Gereja yang mengakibatkan membeludaknya angka peziarah Kristen beserta para imigran Kristen, akhirnya dibuatlah juga pemerintahan pusat di Yerusalem. Hal masalah administratif ini juga menjadi faktor skisma akbar tahun 1054.
Sebetulnya perpecahan kecil antara Kristen Timur dan Barat sudah dimulai sebelum tahun 1054 namun puncak perpecahannya memang pada tahun 1054. Pada tahun 1054 karena banyaknya masalah-masalah lokal baik di Barat atau Timur, para utusan Paus Roma menaruh bulla(surat ekskomunikasi) di dalam Gereja Haghia Sophia(Di Turki, yang sekarang menjadi Museum), surat ekskomunikasi ini dibalas oleh para Patriarkh(Pemimpin tertinggi dalam pusat-pusat kota Kekristenan tadi) dengan ekskomunikasi juga. Setelah kajadian ini secara resmi pada tahun 1054 Gereja Roma dengan Gereja Konstantinopel, Alexandria, Antiokhia dan Yerusalem SALING MEMISAHKAN DIRI secara administratif dan juga lain-lainnya. Gereja Roma ini menyebut diri Gereja Katolik sedangkan Gereja Konstantinopel, Alexandria, Antiokhia dan Yerusalem menyebut diri menjadi Gereja Orthodox Timur. Jadi kita tidak bisa berkata “Kristen Orthodox dan Kristen Katolik baru ada tahun 1054”, sebab mereka mengakui bahwa awalnya mereka saling sama-sama dari jaman Para Rasul Kristus masih hidup, baru karena satu dan lain hal pada tahun 1054 mereka SALING MEMISAHKAN DIRI.

GEREJA KATOLIK(ROMA)

Kata Kristen seperti sudah kita ketahui dipakai sebagai nama ofisial para pengikut Kristus sejak abad pertama, sedangkan kata “Katolik” berarti Universal yang menunjukkan sifat Gereja. Kata Katolik pada awalnya sudah dipakai dalam dunia Kekristenan bahkan oleh St Ignatius murid Rasul Yohanes, kata ini dipakai untuk menyebut sifat Gereja yang universal/menyeluruh secara iman dan administratif walaupun terpisah dari segi geografis dan juga budaya. Setelah skisma akbar tahun 1054 baru nama ini akhirnya menjadi nama resmi Gereja yang berpusat di Roma untuk membedakan diri dari Gereja lainnya yang dianggap skismatik(pecahan) ataupun bidat(aliran sesat). Dan Gereja Katolik secara jelas menyebut diri sebagai Kristen, tidak ada para petinggi Gereja Katolik yang menyebut bahwa Katolik bukan Kristen, Mgr Ignatius Suharyo Uskup Agung Jakarta bahkan sering mengungkapkan di hadapan media diawali dengan “kami sebagai umat Kristen”, sebab Katolik itu juga Kristen, yaitu Kristen yang menurut mereka bersifat Katolik(Universal).

GEREJA ORTHODOX TIMUR

Perlu diingat bahwa Kristen Orthodox Timur dan Kristen Orthodox Oriental walaupun secara harfiah memiliki arti yang sama namun mereka BERBEDA baik secara administratif ataupun cara mengajar. Kata Orthodox sendiri mulai digunakan oleh para Bapa-Bapa Gereja Yunani pada abad ke 4. Kata Orthodox diambil dari dua kata yaitu Orthos: lurus dan Doxa: ajaran, yang artinya ajaran yang lurus. Kata Orthodox pada awalnya digunakan untuk menyebut Gereja arus utama yang dibedakan dari para skismatik dan bidat, baru setelah tahun 1054 dipakai oleh Gereja Orthodox Timur untuk menyebut Gereja mereka berbeda dari para skismatik dan bisat menurut pandangan mereka secara administratif ataupun iman. Gereja Orthodox Timur juga dalam beberapa konsili mereka menyebut diri sebagai Gereja Katolik Orthodox, namun secara administratif lebih sering digunakan Gereja Orthodox Timur. Pada saat ini Gereja Orthodox Timur memiliki 9 Kepatriarkhan yang saling bersatu di bawah payung Gereja Orthodox Timur(namun baru-baru ini terjadi dorama antara Kepatriarkhan Moskow dengan Konstantinopel/Instanbul Turki), diantaranya: Konstantinopel, Alexandria, Antiokhia, Yerusalem, Moskow, Georgia, Serbia, Rumania, dan Bulgaria.

GEREJA KATOLIK TIMUR

Gereja Katolik Timur adalah Gereja-Gereja Timur yang pada waktu skisma tahun 1054 berada di pihak Roma, atau yang awalnya Gereja Orthodox Timur dan Gereja Orthodox Oriental lalu karena satu dan lain hal memilih pindah berada dalam naungan Gereja Katolik Roma namun masih menggunakan ritus(tata cara) Gereja Timur. Diantaranya Gereja-Gereja Katolik Timur adalah: Gereja Katolik Koptik, Gereja Katolik Eritrea, Gereja Katolik Ethiopia, Gereja Katolik Armenia, Gereja Katolik Yunani Albania, Gereja Katolik Yunani Belarusia, Gereja Katolik Yunani Bulgaria, Gereja Katolik Yunani Kroasia & Serbia, Gereja Katolik Yunani Byzantine, Gereja Katolik Yunani Hungaria, Gereja Katolik Yunani Italo-Albania, Gereja Katolik Yunani Makedonia, Gereja Katolik Yunani Melkit, Gereja Katolik Yunani Rumania, Gereja Katolik Yunani Rusia, Gereja Katolik Yunani Ruthenia, Gereja Katolik Yunani Slovakia, Gereja Katolik Yunani Ukraina, Gereja Katolik Khaldea, Gereja Katolik Syro-Malabar, Gereja Katolik Maronit, Gereja Katolik Suriah, dan Gereja Katolik Syro-Malankara.

REFORMASI GEREJA DI BARAT MENGHASILKAN GEREJA PROTESTAN

Pada tahun 1517 seorang Imam Gereja Katolik Roma bernama Martin Luther dari Jerman membuat 95 dalil kesesatan Gereja Katolik Roma pada saat itu menurut dia, lalu pihak Gereja Katolik Roma menuntut Romo Luther menarik seluruh tulisannya, hal ini tidak diindahkan oleh Romo Luther yang berujung pada pemberian surat bulla(ekskomunikasi) dari Paus Roma, Luther dan pengikutnya pun dipisahkan dari Gereja Katolik Roma baik secara administratif ataupun iman. Setelah ini muncul lagi reformator Protestan yang ternama yaitu Yohanes Kalvin seorang ahli hukum. Para umat Gereja Protestan ini baik dari kubu Luther dan murid-muridnya Luther maupun kubu Kalvin dan murid-muridnya dilawan oleh Gereja Katolik dengan Konsili Trente yang berlangsung bertahun-tahun pada abad 16. Gereja-Gereja Protestan khususnya Gereja yang bermula dari reformasi Kalvin juga ikut membuat Sinode-Sinode lokal dan tulisan-tulisan tandingan yang menanggapi keputusan-keputsan Gereja Katolik Roma dalam Konsili Trente. Perang da’lil dan pengajaran iman sangat panas pada masa ini yang juga menjadi faktor perang saudara 30 tahun di Barat khususnya Eropa Barat. Setelah perang selesai dan para bangsawan Eropa memutuskan bahwa setiap rakyat dalam Kerajaan mereka berhak menganut agama secara bebas baik itu Kristen Katolik ataupun Kristen Protestan, akhirnya perang da’lil dan perang darah ini berakhir. Walaupun memang perang da’lil masih berlangsung bahkan sampai sekarang, namun dalam skala kecil.

PASCA REFORMASI

Pasca reformasi di Barat menyebabkan adanya kegerakan-kegerakan Kristen lokal di Inggris(biasanya disebut Kristen Puritan) yang berujung pada kegerakan-kegerakan di Amerika. Hal ini menyebabkan makin pecahnya tubuh Gereja Protestan khususnya di Amerika yang menghasilkan puluhan ribu aliran Gereja yang tercatat di Amerika, hal ini mungkin juga difaktori karena bebasnya kehidupan beragama di sana tanpa kontrol pemerintah. Dari berbagai macam aliran-aliran ini banyak diantaranya yang sudah tidak diakui sebagai Kristen oleh umat Kristen Mainstream, contohnya: Jehovah Witness dan Mormon.

UPAYA PERSATUAN MELAHIRKAN GERAKAN EKUMENISME

Pada tahun 1948 para petinggi Gereja-Gereja dunia membuat suatu kegerakan yang bernama Oikumene(Ekumene/Ekumenisme), yaitu gerakan persatuan umat Kristen yang berbeda-beda pemahaman iman, yang secara lembaga disebut World Council of Churches(WCC) yaitu Konsili Gereja-Gereja Dunia. Adapun anggota dari lembaga ini adalah: Gereja Asiria Timur, Gereja Orthodox Oriental, Gereja Orthodox Timur, dan Gereja-Gereja Protestan. Gereja Katolik Roma walaupun tidak secara resmi bergabung dengan kegerakan ini, namun sering berpartisipasi dengan kegiatan-kegiatan di dalamnya, bahkan Paus Roma mulai dari abad 20 sering memakai Basilika Santo Petrus untuk Vesper(Ibadah senja) bersama umat Kristen lainnya yang non-Katolik.
Setelah ada organisasi ini, pada tahun 1964 Paus Paulus VI bertemu dengan Patriarkh Athenagoras dari Konstantinopel di Yerusalem. Pertemuan ini menghasilkan pencabutan surat kutuk ekskomunikasi kedua belah pihak yang pernah dilayangkan 900 tahun lebih yang lalu. Walaupun secara penuh umat kedua belah pihak belum diperbolehkan menerima Perjamuan Kudus satu sama lain, namun setelah kajadian ini upaya persatuan dari kedua belak pihak mulai meningkat sedikit demi sedikit.

JUMLAH

Secara skala dunia jumlah umat Kristen kira-kira ± 2.42 Miliar umat. Dengan jumlah berdasarkan denominasi(aliran) sebagai berikut: Kristen Katolik(termasuk Katolik Timur) ± 1.2 Miliar umat, aliran-aliran Kristen Protestan ± 900 Juta, Gereja Orthodox Timur ± 300 Juta, Gereja Orthodox Oriental ± 86 Juta, Dll.

DALAM SISTEM PEMERINTAHAN INDONESIA

Kristen Katolik dan Kristen Protestan secara administratif dibedakan, biasanya secara penulisan di KTP untuk Protestan ditulis hanya “Kristen” saja, sedangkan Kristen Katolik ditulis “Katolik”. Hal ini menjadi ambigu di kalangan umat Kristen Indonesia, padahal sejak awal secara politik umat Kristen Protestan dan Kristen Katolik berada di dalam kubu yang sama walaupun pada akhirnya kedua belah pihak secara politik kenegaraan mendirikan partai-partainya sendiri, yang Kristen Katolik mendidikan Partai Katolik dan yang Kristen Protestan mendirikan Parkindo(Partai Kristen Indonesia). Tetapi sebenarnya secara penyebutan kedua belak pihak sama-sama menyebut diri Kristen, adapun umat yang berkata “Katolik bukan Kristen dan Kristen bukan Katolik” ini adalah ambigu yang tercipta dari pemisahan penulisan secara identitas kenegaraan, padahal kalau kita tanya dengan para petinggi Agama Kristen Katolik dan Kristen Protestan sudah tentu tidak akan mengatakan hal konyol seperti itu.
Lalu ada masalah ambigu juga dengan Gereja Orthodox Timur. Gereja Orthodox Timur hadir ke Indonesia pada tahun 1988 oleh seorang Imam Gereja Orthodox bernama Romo Daniel Byantoro. Secara administrasi kenegaraan pada tahun 1996 lembaga Gereja Orthodox Indonesia(payung hukum bagi lembaga Gereja Orthodox Timur di Indonesia) diresmikan oleh Kementrian Agama, BIMAS KRISTEN(PROTESTAN) dengan UU hukum pemerintah: SK Dirjen Bimas Kristen Depag R.I. no.: F/Kep/Hk.00.5/19/637/1996, lalu pada tahun 2006 dengan SK Depag.R.I. No. DJ.III/Kep.HK.00.5/190/3212/2006. Secara administratif kenegaraan DI INDONESIA, Kristen Orthodox Timur bernaung di bawah lembaga Kristen Protestan, namun secara pengajaran dan praktik sudah tentu sangat-sangat berbeda.

KESIMPULAN

Berhenti menjadi konyol dengan mempercayai perkataan tak berdasar dari orang lain, dan MULAILAH BELAJAR SEJARAH !

Source:
Sejarah Gereja
Eastern Catholic
Oikumene
Jumlah umat Kristen Keseluruhan
Jumlah umat Orthodox Timur
Jumlah Umat Katolik

Penulis: Ephitimia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.